05 July 2026
Mengenali Kekuatan Utama Tipe Kepribadian dalam Tes DISC
DISC bukan alat untuk menilai kepribadian seseorang sebagai baik atau buruk, melainkan untuk memahami gaya perilaku kerja yang berbeda-beda. Setiap tipe, baik yang berorientasi keteraturan (Planner/C), kesetiaan (Anchor/S), pengambilan keputusan (Trailblazer/D), maupun relasi sosial (Collaborator/I), memiliki kekuatan dan area pengembangan masing-masing yang sama-sama bernilai dalam tim kerja.
Salah satu kesalahpahaman paling umum tentang DISC adalah anggapan bahwa ada tipe kepribadian yang “lebih baik” dibandingkan tipe lain. Padahal, prinsip dasar DISC justru sebaliknya: tidak ada tipe yang superior, karena setiap tipe memiliki kekuatan yang relevan dalam konteks kerja yang berbeda-beda.
Pemahaman yang keliru ini bisa berakibat serius dalam dunia kerja. HR atau manajer yang menganggap tipe tertentu “lebih unggul” berisiko membuat keputusan rekrutmen atau promosi yang bias, padahal tim yang sehat justru membutuhkan kombinasi berbagai tipe kepribadian untuk saling melengkapi.
DISC sebagai Gambaran Perilaku
DISC dikembangkan oleh William Moulton Marston, psikolog fisiologis lulusan Harvard pada tahun 1928. Tujuan utamanya bukan untuk menilai siapa yang “baik” atau “buruk”, melainkan untuk memetakan bagaimana seseorang cenderung berperilaku dalam situasi kerja tertentu.
Setiap tipe DISC punya cara berbeda dalam memproses informasi, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain. Berikut ini empat tipe utama DISC serta kekuatan masing-masing yang perlu dipahami HR dan manajer.
Planner (C): Kekuatan dalam Ketelitian dan Struktur
Planner, yang merepresentasikan tipe Conscientiousness (C), dikenal karena keteraturan dan kecermatan dalam bekerja. Tipe ini nyaman melakukan tugas yang memiliki prosedur jelas dan unggul dalam pekerjaan yang membutuhkan akurasi serta perhatian terhadap detail.
Kekuatan utama Planner terletak pada konsistensi. Mereka jarang melewatkan kesalahan kecil karena kebiasaannya memeriksa ulang pekerjaan secara menyeluruh. Dalam tim, Planner berperan sebagai penjaga kualitas yang memastikan standar tetap terjaga.
Area pengembangan Planner terletak pada fleksibilitas dalam relasi sosial. Karena fokus pada prosedur, mereka terkadang perlu waktu lebih lama untuk membangun kedekatan personal dengan rekan kerja yang gaya komunikasinya lebih santai.
Baca juga: Sales, CS, atau Admin: Benarkah Ketiganya Butuh Tipe DISC yang Berbeda?
Anchor (S): Kekuatan dalam Kesetiaan dan Empati
Anchor, yang merepresentasikan tipe Steadiness (S), unggul dalam komitmen dan kestabilan. Area pengembangan Anchor ada pada asertivitas. Karena menghindari konflik, mereka kadang kesulitan menyampaikan pendapat secara tegas, terutama ketika berhadapan dengan rekan kerja yang lebih dominan.
Trailblazer (D): Kekuatan dalam Pengambilan Keputusan
Trailblazer merepresentasikan tipe Dominance (D), dikenal sebagai penentu keputusan dan penggerak utama dalam kelompok. Tipe ini berani mengambil alih situasi ketika tidak ada pihak lain yang bersedia memimpin, serta menyukai tantangan dan pengalaman baru.
Area pengembangan Trailblazer adalah kesabaran dalam membangun relasi. Karena fokus pada hasil, mereka perlu berhati-hati agar kecenderungan dominannya tidak terbaca sebagai sikap yang kurang hangat oleh rekan kerja.
Penasaran tipe DISC yang dominan dalam tim Anda? Coba asesmen DISC atau cek kebutuhan asesmen lain untuk perusahaan dari PsikologieHub!
Collaborator (I): Kekuatan dalam Relasi dan Motivasi
Collaborator merepresentasikan tipe Influence (I), dikenal menyenangkan dan pandai memberi semangat kepada orang lain. Tipe ini senang berada di lingkungan yang ramai, memiliki koneksi sosial yang luas, dan disukai karena karakternya yang penuh kasih.
Area pengembangan Collaborator terletak pada fokus pada detail dan penyelesaian tugas administratif. Karena energinya tertuju pada interaksi sosial, mereka kadang memerlukan dukungan tambahan untuk konsistensi dalam tugas-tugas teknis.
Mengapa Tidak Ada Tipe yang “Lebih Baik”?
Studi kasus dari Criteria Corp mencatat bahwa perusahaan call center Heartland ECSI berhasil menurunkan tingkat turnover karyawan hingga 65% dalam satu tahun setelah mengintegrasikan tes kepribadian dengan kemampuan kognitif dalam proses rekrutmen.
Manfaat ini tercapai bukan karena perusahaan mencari satu tipe kepribadian “terbaik”, melainkan karena berhasil menempatkan setiap tipe pada peran yang sesuai dengan kekuatannya.
Tim yang diisi oleh satu tipe DISC saja justru berisiko kehilangan keseimbangan. Misalnya, tim yang seluruhnya berisi Dominance bisa bergerak cepat, tapi rawan konflik. Sebaliknya, tim yang seluruhnya berisi Anchor mungkin harmonis, tapi lambat dalam mengambil keputusan besar. Kombinasi keempat tipe menciptakan tim yang seimbang.
Baca juga: DISC vs MBTI: Mana yang Lebih Valid untuk Rekrutmen?
Kesimpulan
HR sebaiknya tidak lagi memandang hasil DISC sebagai “rapor” baik-buruk kandidat atau karyawan. Sebaliknya, hasil DISC sebaiknya digunakan untuk memahami bagaimana cara terbaik berkomunikasi, memberi tugas, dan memberikan apresiasi kepada setiap individu sesuai gaya kerjanya.
PsikologieHub menyediakan asesmen DISC yang dirancang untuk membantu perusahaan memetakan kekuatan unik setiap tim, lengkap dengan laporan yang mudah dipahami tanpa perlu latar belakang psikologi.
Hasilnya dapat dikombinasikan dengan asesmen lain seperti tes IST untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang potensi karyawan. Punya kebutuhan lain untuk perusahaan Anda? Hubungi tim PsikologieHub untuk konsultasi!
FAQ
1. Apakah ada tipe DISC yang paling ideal untuk jadi pemimpin?
Tidak ada tipe tunggal yang paling ideal; pemimpin efektif bisa berasal dari tipe mana pun selama memahami cara memanfaatkan kekuatannya.
2. Apakah hasil DISC bisa digunakan untuk menolak kandidat?
DISC sebaiknya digunakan untuk memahami kecocokan gaya kerja, bukan sebagai alasan tunggal untuk menolak kandidat.
3. Bagaimana cara mengetahui tipe DISC kombinasi seseorang?
Sebagian besar orang memiliki kombinasi dua tipe dominan yang dapat diketahui melalui hasil laporan asesmen DISC.
4. Apakah tim yang terdiri dari banyak tipe berbeda lebih baik?
Tim dengan kombinasi tipe yang beragam umumnya lebih seimbang karena saling melengkapi dalam pengambilan keputusan dan interaksi sosial.
Berita & Artikel Terkait
Pahami Kesalahan dalam Rekrutmen Karyawan yang Sering Terjadi
Kesalahan dalam rekrutmen karyawan sering terjadi, mulai dari job description yang tidak jelas hingga seleksi yang subjektif. Simak penyebab di sini.
SELENGKAPNYA
Cara Memilih Metode Psikotes yang Tepat untuk Rekrutmen Karyawan
Pelajari cara memilih metode psikotes mulai dari tujuan rekrutmen, level posisi, kecepatan hasil, validitas tes, hingga memilih vendor terpercaya di sini.
SELENGKAPNYA
Ketahui Peran Tes Psikotes Kepribadian dalam Keputusan Rekrutmen
Tes psikotes kepribadian membantu memahami karakter dan pola kerja kandidat. Kenali fungsi, jenis, dan perannya dalam proses rekrutmen secara objektif.
SELENGKAPNYA