05 July 2026
DISC vs MBTI: Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Perusahaan?
DISC lebih cocok digunakan perusahaan untuk kebutuhan rekrutmen dan pemetaan gaya kerja karena fokus pada perilaku yang dapat diamati dan memiliki validitas ilmiah yang lebih kuat. MBTI lebih sering digunakan untuk pengembangan diri dan pemahaman preferensi psikologis individu, meski mendapat kritik luas terkait validitas dan reliabilitasnya sebagai alat psikometri formal.
DISC dan MBTI adalah dua tes kepribadian yang paling sering disebut ketika perusahaan mempertimbangkan asesmen untuk kebutuhan HR. Keduanya populer, mudah ditemukan secara daring, dan sering digunakan secara bergantian oleh perusahaan di Indonesia. Namun, banyak HR belum memahami perbedaan mendasar antara kedua tes ini
Tidak heran jika pemilihan asesmen sering didasarkan pada kebiasaan, bukan kesesuaian kebutuhan. Memilih alat asesmen yang tepat sangat penting karena setiap tes memiliki tujuan, dasar teori, dan konteks penggunaan yang berbeda. Kesalahan memilih alat bisa membuat hasil asesmen kurang relevan, bahkan menyesatkan keputusan HR.
Dasar Teori yang Berbeda
DISC dikembangkan oleh psikolog fisiologis lulusan Harvard bernama William Moulton Marston pada tahun 1928. Model ini berfokus pada perilaku yang dapat diamati langsung di lingkungan kerja, seperti cara seseorang berkomunikasi, mengambil keputusan, dan merespons tekanan.
Sementara itu, National Library of Medicine (NIH) menyebutkan, MBTI dikembangkan berdasarkan teori psikoanalitik Carl Jung. Model ini mengelompokkan individu ke dalam 16 tipe kepribadian berdasar empat dikotomi: Extraversion-Introversion, Sensing-Intuition, Thinking-Feeling, dan Judging-Perceiving.
MBTI lebih berfokus pada preferensi psikologis internal seseorang, bukan semata perilaku yang terlihat di permukaan. Perbedaan dasar teori ini berdampak besar pada bagaimana hasil masing-masing tes dapat dimanfaatkan.
DISC menghasilkan gambaran perilaku kerja yang lebih kontekstual, sementara MBTI menghasilkan gambaran tipe kepribadian yang lebih menetap dan menyeluruh.
Konteks Penggunaan dalam Dunia Kerja
Asesmen DISC lebih relevan untuk kebutuhan operasional perusahaan seperti rekrutmen, pemetaan tim, dan pelatihan komunikasi. Hasil yang berorientasi pada perilaku kerja membuat DISC lebih mudah diterjemahkan menjadi rekomendasi praktis bagi HR, misalnya dalam menentukan gaya komunikasi yang tepat untuk setiap anggota tim.
Di sisi lain, MBTI lebih sering digunakan dalam konteks pengembangan diri, pelatihan kepemimpinan, atau aktivitas team building bersifat eksploratif. Beberapa perusahaan tetap menggunakan MBTI sebagai bagian dari proses rekrutmen, meski penggunaannya lebih untuk memahami preferensi kerja secara umum, bukan memprediksi performa kerja secara spesifik.
Tidak hanya itu, MBTI juga bisa menjadi alat pembuka diskusi yang ringan dan mudah dipahami oleh karyawan tanpa latar belakang psikologi. Namun, untuk keputusan yang berdampak langsung pada karier seseorang, seperti rekrutmen atau promosi, penggunaan MBTI sebaiknya tidak dijadikan acuan utama mengingat keterbatasan validitasnya sebagai alat psikometri.
Ingin tahu alat asesmen mana yang paling sesuai untuk kebutuhan perusahaan Anda? Diskusikan dengan tim PsikologieHub dan dapatkan solusi terbaiknya!
Kesimpulan
DISC dan MBTI menjadi metode asesmen yang memiliki dasar teori, tingkat validitas, dan konteks penggunaan yang berbeda. DISC lebih unggul untuk kebutuhan rekrutmen dan operasional perusahaan karena fokus pada perilaku kerja yang terukur.
Sementara MBTI lebih relevan untuk pengembangan diri yang bersifat eksploratif. Memilih alat yang tepat sesuai tujuan akan membuat hasil asesmen lebih akurat bagi perusahaan.
Sebagai salah satu mitra tepercaya banyak perusahaan ternama Indonesia, PsikologieHub menyediakan asesmen DISC yang dirancang dan diinterpretasikan langsung oleh psikolog berlisensi, sehingga hasilnya dapat diandalkan untuk mendukung keputusan rekrutmen maupun pengembangan tim secara objektif dan terukur.
Untuk hasil yang lebih optimal, perusahaan bisa mengombinasikan metode DISC dengan tes IST. Cek informasi koleksi tes untuk perusahaan dan temukan pilihan terbaik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
FAQ
1. Apakah DISC dan MBTI bisa digunakan bersamaan?
Bisa, tetapi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penggunaannya. Misalnya, metode DISC menjadi opsi tepat untuk rekrutmen, sedangkan tes MBTI lebih tepat penggunaannya untuk pengembangan diri.
2. Apakah DISC lebih murah dibandingkan MBTI?
Tidak ada jawaban yang pasti. Karena biaya setiap metode asesmen bervariasi tergantung penyedia layanan, bukan ditentukan oleh jenis tesnya.
3. Apakah hasil MBTI bisa digunakan untuk menolak kandidat kerja?
Sebaiknya tidak, mengingat keterbatasan validitas MBTI sebagai alat psikometri formal untuk keputusan karier. Perusahaan bisa mempertimbangkan model DISC atau asesmen lain seperti IST Screening untuk hasil yang lebih akurat.
Berita & Artikel Terkait
Pahami Kesalahan dalam Rekrutmen Karyawan yang Sering Terjadi
Kesalahan dalam rekrutmen karyawan sering terjadi, mulai dari job description yang tidak jelas hingga seleksi yang subjektif. Simak penyebab di sini.
SELENGKAPNYA
Cara Memilih Metode Psikotes yang Tepat untuk Rekrutmen Karyawan
Pelajari cara memilih metode psikotes mulai dari tujuan rekrutmen, level posisi, kecepatan hasil, validitas tes, hingga memilih vendor terpercaya di sini.
SELENGKAPNYA
Ketahui Peran Tes Psikotes Kepribadian dalam Keputusan Rekrutmen
Tes psikotes kepribadian membantu memahami karakter dan pola kerja kandidat. Kenali fungsi, jenis, dan perannya dalam proses rekrutmen secara objektif.
SELENGKAPNYA