23 September 2026
Cara Menentukan Career Goals yang Jelas untuk Karyawan
Career goals adalah tujuan yang ingin dicapai seseorang dalam perjalanan karier, baik dalam jangka pendek maupun panjang. HR dapat membantu karyawan menentukan career goals dengan memahami minat, kekuatan, nilai kerja, posisi yang dituju, serta kebutuhan organisasi, kemudian menerjemahkannya menjadi target dan rencana pengembangan yang terukur.
Punya target karier bukan berarti setiap karyawan harus sudah tahu lima tahun lagi akan menjadi apa. Dalam praktiknya, career goals bisa berubah mengikuti pengalaman, kemampuan, kebutuhan bisnis, bahkan perubahan industri. Yang lebih penting adalah karyawan memiliki arah yang cukup jelas untuk menentukan langkah berikutnya.
Bagi HR dan perusahaan, career goals juga bukan sekadar urusan pribadi karyawan. Ketika tujuan individu dapat dihubungkan dengan kebutuhan organisasi, perusahaan lebih mudah merancang pengembangan kompetensi, internal mobility, hingga succession planning. Karena itu, career goals perlu dibicarakan secara terbuka, bukan hanya ditanyakan saat performance review.
Apa Itu Career Goals?
Career goals merupakan tujuan profesional yang ingin dicapai seseorang dalam periode tertentu. Bentuknya dapat berbeda-beda, mulai dari meningkatkan kompetensi, memperoleh tanggung jawab baru, berpindah ke fungsi tertentu, hingga mencapai posisi kepemimpinan.
Career goals tidak harus selalu berupa kenaikan jabatan. Seorang karyawan dapat memiliki tujuan untuk menjadi subject matter expert, menguasai skill baru, mendapatkan sertifikasi, memperluas pengalaman lintas fungsi, atau memiliki peran yang lebih strategis.
Inilah alasan mengapa HR sebaiknya tidak langsung mengasumsikan bahwa semua karyawan menginginkan jalur karier yang sama.
Baca juga: Praktik Terbaik untuk Menerapkan Tes Psikologi dalam Rekrutmen
Mengapa Career Goals Penting bagi HR dan Karyawan?
Career goals membantu menghubungkan aspirasi individu dengan arah pengembangan yang lebih konkret. Society for Human Resource Management (SHRM) juga menekankan bahwa career pathing dapat memberikan kejelasan mengenai masa depan karyawan sekaligus membantu organisasi menyelaraskan tujuan individu dengan kebutuhan bisnis.
Membantu karyawan menentukan prioritas. Tanpa tujuan yang jelas, program training atau pengembangan kompetensi dapat terasa seperti daftar aktivitas yang harus diselesaikan. Career goals membantu karyawan memahami mengapa mereka perlu mengembangkan kemampuan tertentu.
Memudahkan HR menyusun development plan. HR dapat menggunakan career goals sebagai salah satu input untuk menentukan pelatihan, mentoring, job rotation, maupun proyek yang relevan dengan kebutuhan karyawan.
Mendukung internal mobility. Ketika tujuan karier karyawan diketahui, perusahaan dapat lebih mudah melihat peluang perpindahan internal yang sesuai dengan kemampuan dan aspirasi mereka.
Meningkatkan keterhubungan dengan organisasi. Karyawan akan lebih mudah melihat hubungan antara pekerjaan saat ini dan arah karier yang ingin dicapai ketika perusahaan memberikan jalur pengembangan yang realistis.
Cara Menentukan Career Goals yang Jelas
Career goals yang baik bukan sekadar “ingin naik jabatan”. Tujuan tersebut perlu cukup spesifik sehingga karyawan dan manajer dapat memahami langkah yang harus dilakukan untuk mencapainya.
1. Mulai dari Self-Assessment
Langkah pertama adalah memahami kondisi diri saat ini. Karyawan dapat mengevaluasi kemampuan, minat, pengalaman, nilai kerja, serta aktivitas yang membuat mereka merasa paling produktif.
HR dapat membantu proses ini menggunakan assessment sebagai data tambahan. Misalnya, Career Match menggabungkan profil diri, ideal career, work culture, dan career goals untuk membantu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kecenderungan karier seseorang.
2. Tentukan Posisi atau Kompetensi yang Ingin Dicapai
Setelah memahami kondisi saat ini, tentukan arah yang ingin dituju. Tujuannya tidak harus langsung berupa jabatan.
Contohnya:
Menjadi supervisor dalam dua tahun.
Menguasai data analytics dalam satu tahun.
Mendapatkan sertifikasi profesional.
Memimpin proyek lintas departemen.
Beralih dari individual contributor ke people manager.
3. Identifikasi Gap antara Kondisi Saat Ini dan Target
Career goals akan lebih berguna jika disertai pemetaan gap. Tanyakan: kompetensi apa yang sudah dimiliki dan apa yang masih kurang?
Misalnya, karyawan ingin menjadi supervisor tetapi belum memiliki pengalaman memimpin tim. Maka development plan dapat diarahkan pada leadership training, mentoring, atau kesempatan memimpin proyek kecil.
4. Buat Target yang Terukur
Gunakan prinsip SMART agar career goals tidak terlalu abstrak. Target sebaiknya memiliki indikator keberhasilan dan batas waktu.
Contoh:
“Meningkatkan kemampuan presentasi” masih terlalu umum.
Bandingkan dengan:
“Memimpin minimal tiga presentasi kepada stakeholder dalam enam bulan.”
Target kedua lebih mudah dipantau karena memiliki ukuran keberhasilan.
5. Hubungkan dengan Kebutuhan Perusahaan
Career goals sebaiknya tidak hanya menguntungkan karyawan. HR perlu mencari titik temu antara aspirasi individu dan kebutuhan organisasi.
Jika perusahaan sedang membutuhkan future leader, misalnya, karyawan yang memiliki aspirasi kepemimpinan dapat diarahkan ke program leadership development.
6. Review Secara Berkala
Career goals bukan kontrak permanen. Aspirasi dapat berubah ketika karyawan memperoleh pengalaman baru atau ketika strategi bisnis berubah.
Karena itu, career conversation sebaiknya dilakukan secara berkala, bukan hanya setahun sekali. Gallup juga menekankan pentingnya percakapan pengembangan yang berkelanjutan untuk membantu karyawan memahami langkah berikutnya dalam karier mereka.
Baca juga: Add-On Interview: Apakah Hasil Asesmen Saja Sudah Cukup?
Peran HR dalam Membantu Karyawan Menentukan Career Goals
HR bukan pihak yang menentukan tujuan karier karyawan. Perannya lebih tepat sebagai fasilitator yang membantu karyawan memahami pilihan dan menghubungkannya dengan peluang di organisasi.
HR dapat:
Menyediakan assessment karier.
Membantu memetakan kompetensi.
Menyediakan career path yang transparan.
Memfasilitasi mentoring dan coaching.
Membuka peluang job rotation.
Menyediakan program upskilling dan reskilling.
Memantau perkembangan career goals.
Dengan pendekatan tersebut, career development tidak berhenti sebagai dokumen HR, tetapi menjadi bagian dari employee experience.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menentukan Career Goals
Career goals juga bisa tidak efektif jika ditentukan tanpa mempertimbangkan konteks individu dan organisasi. Berikut ini hal-hal yang sebaiknya tidak HR lakukan:
Hanya berorientasi pada jabatan. Tidak semua orang ingin menjadi manager. Memaksakan jalur manajerial dapat membuat career development tidak relevan.
Mengabaikan kekuatan karyawan. Career goals sebaiknya mempertimbangkan kemampuan dan potensi yang sudah dimiliki, bukan hanya kekurangan.
Tidak ada action plan. Target tanpa langkah konkret sulit diwujudkan. Setiap tujuan sebaiknya memiliki aktivitas pengembangan yang jelas.
Tidak pernah dievaluasi. Tujuan karier yang dibuat dua tahun lalu belum tentu masih relevan sekarang. Review berkala diperlukan untuk memastikan arahnya tetap sesuai.
Gunakan Assessment untuk Membantu Memetakan Career Goals
Menentukan career goals tidak harus dilakukan berdasarkan intuisi semata. Assessment dapat menjadi salah satu sumber data untuk membantu karyawan dan HR memahami profil individu, preferensi karier, serta kecenderungan lingkungan kerja yang sesuai.
PsikologieHub menyediakan Career Match yang mencakup Career Goals, Ideal Career, Work Culture, dan profil diri. Tes ini dapat digunakan sebagai salah satu input dalam proses recruitment, retention, maupun rotation.
Untuk melihat pilihan assessment lainnya, Anda juga dapat mengunjungi Pustaka Tes Psikologiehub dan menyesuaikan tes dengan kebutuhan organisasi.
Mulai screening dan talent mapping dengan data yang lebih relevan.Jadwalkan sesi konsultasi atau Hubungi Tim Psikologiehub untuk mendiskusikan kebutuhan assessment perusahaan.
FAQ
Apa itu career goals?
Career goals adalah tujuan profesional yang ingin dicapai seseorang dalam perjalanan kariernya, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Bagaimana cara menentukan career goals?
Mulai dengan mengenali kekuatan, minat, dan nilai kerja, lalu tentukan tujuan, identifikasi gap kompetensi, buat target terukur, dan susun action plan.
Apakah career goals harus berupa kenaikan jabatan?
Tidak. Career goals juga dapat berupa penguasaan skill, sertifikasi, pengalaman proyek, perpindahan fungsi, atau pengembangan menjadi subject matter expert.
Apa peran HR dalam career goals?
HR dapat membantu melalui career mapping, assessment, coaching, mentoring, training, dan penyediaan peluang pengembangan yang sesuai.
Berita & Artikel Terkait
Kenapa Karyawan Tanpa Career Goals Lebih Rentan Resign?
Cari tahu mengapa career goals yang tidak jelas dapat meningkatkan risiko resign dan bagaimana HR membantu karyawan melihat masa depan kariernya.
SELENGKAPNYA
Tes Kognitif adalah: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya untuk HR
Tes kognitif adalah alat ukur kemampuan berpikir yang dipakai HR saat rekrutmen. Pahami jenis, manfaat, dan cara bacanya di sini
SELENGKAPNYA
Career Match untuk Rotasi Karyawan: Bantu Keputusan Mutasi Internal
Pelajari bagaimana Career Match dan assessment membantu HR menentukan kecocokan karyawan untuk rotasi dan mutasi internal secara lebih terarah.
SELENGKAPNYA