28 February 2026
Cara Melakukan Background Check Karyawan: Apa Saja yang Dicek?
Dalam proses rekrutmen, CV dan hasil wawancara sering kali belum cukup untuk memberikan gambaran utuh tentang seorang kandidat. Di sinilah background checking berperan penting. Secara umum, langkah melakukan background check dimulai dari meminta persetujuan kandidat, memverifikasi identitas, hingga menelusuri riwayat pendidikan, pekerjaan, dan aspek pendukung lainnya. Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung kedalaman pengecekan dan metode yang digunakan. Agar Anda memahami prosesnya secara menyeluruh dan terstruktur, simak penjelasan lengkap dalam artikel ini.
Apa Saja yang Diperiksa saat Background Check?
Bukan sekedar formalitas, dengan background check kandidat melalui proses verifikasi secara menyeluruh untuk memastikan kandidat benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan nilai perusahaan. Berikut beberapa aspek utama yang umumnya diperiksa:
Identitas pribadi
Meliputi nama lengkap, tanggal lahir, alamat, dan dokumen resmi seperti KTP atau paspor untuk memastikan identitas kandidat valid dan sesuai data.Riwayat pendidikan
Verifikasi institusi pendidikan, jurusan, tahun kelulusan, hingga keabsahan ijazah yang dilampirkan.Riwayat pekerjaan
Mengecek pengalaman kerja sebelumnya, jabatan, durasi bekerja, serta alasan keluar dari perusahaan terdahulu.Pemeriksaan skill
Menilai kesesuaian keterampilan teknis maupun non-teknis dengan posisi yang dilamar.Referensi kerja
Menghubungi atasan atau rekan kerja sebelumnya untuk mendapatkan gambaran objektif tentang performa dan etika kerja kandidat.Riwayat hukum atau kriminal
Dilakukan untuk memastikan kandidat tidak memiliki catatan hukum serius yang berpotensi merugikan perusahaan.Riwayat keuangan
Biasanya relevan untuk posisi yang berkaitan dengan keuangan, kepercayaan, atau akses terhadap aset perusahaan.Jejak digital dan media sosial
Menilai bagaimana kandidat berperilaku di ruang publik digital dan apakah selaras dengan citra perusahaan.Kesehatan fisik dan mental
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kandidat mampu menjalankan tanggung jawab pekerjaannya secara optimal.Kesesuaian budaya kerja
Menilai apakah nilai, sikap, dan cara kerja kandidat sejalan dengan budaya perusahaan.
Cara Melakukan Background Check Karyawan
Setelah memahami apa saja yang diperiksa, langkah berikutnya adalah mengetahui cara melakukan background check karyawan secara sistematis. Proses ini sebaiknya dilakukan secara bertahap agar hasil yang diperoleh akurat, relevan, dan tidak melanggar etika maupun regulasi.
Meminta Persetujuan Kandidat
Langkah pertama dan paling krusial adalah meminta izin secara tertulis dari kandidat. Persetujuan ini menunjukkan profesionalisme perusahaan sekaligus melindungi aspek hukum dan privasi. Kandidat yang terbuka biasanya tidak keberatan dengan proses ini.
Melakukan Verifikasi Identitas
Setelah persetujuan diperoleh, HR dapat memverifikasi identitas kandidat melalui dokumen resmi. Tahap ini penting untuk mencegah pemalsuan data dan memastikan kandidat adalah individu yang sama dengan yang tercantum di CV.
Memeriksa Riwayat Pendidikan
Verifikasi pendidikan dapat dilakukan dengan menghubungi pihak institusi atau menggunakan database pendidikan. Langkah ini membantu memastikan bahwa kualifikasi akademik kandidat benar adanya dan relevan dengan posisi yang dilamar.
Memeriksa Riwayat Pekerjaan
HR dapat mengonfirmasi pengalaman kerja kandidat dengan perusahaan sebelumnya, baik melalui dokumen pendukung maupun komunikasi langsung. Fokusnya bukan hanya pada jabatan, tetapi juga kontribusi dan tanggung jawab kandidat selama bekerja.
Menghubungi Orang yang Direkomendasikan Kandidat (Reference Check)
Reference check memberikan sudut pandang yang lebih objektif mengenai karakter, etos kerja, dan kemampuan bekerja dalam tim. Pertanyaan yang diajukan sebaiknya terstruktur dan relevan dengan kebutuhan posisi.
Riwayat Keuangan (BI Checking / SLIK OJK)
Riwayat keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam background check karyawan, khususnya untuk posisi yang berkaitan dengan keuangan, pengelolaan aset, atau jabatan strategis. Di Indonesia, pemeriksaan ini dikenal dengan istilah BI Checking, yang kini dikelola melalui SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan).
Melalui BI Checking atau SLIK OJK, perusahaan dapat mengetahui rekam jejak kredit kandidat, mulai dari riwayat pinjaman bank, kartu kredit, status pembayaran cicilan, hingga adanya tunggakan atau kredit bermasalah.
Perlu ditegaskan bahwa pemeriksaan BI Checking tidak bertujuan untuk menilai kondisi ekonomi pribadi kandidat, melainkan untuk memastikan kesesuaian kandidat dengan tanggung jawab jabatan yang akan diemban.
Memeriksa Riwayat Kriminal
Untuk posisi tertentu, pemeriksaan catatan hukum menjadi langkah penting guna menghindari potensi risiko di kemudian hari. Proses ini harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Melihat Media Sosial
Media sosial dapat mencerminkan kepribadian dan sikap kandidat di luar lingkungan kerja. HR tidak perlu menilai kehidupan pribadi, melainkan fokus pada perilaku yang berpotensi berdampak pada profesionalisme dan reputasi perusahaan.
Mengecek Kesehatan
Pemeriksaan kesehatan biasanya dilakukan melalui medical check-up. Tujuannya bukan untuk mendiskriminasi, melainkan memastikan kandidat mampu menjalankan tugas pekerjaan secara aman dan berkelanjutan.
Melakukan Evaluasi dan Mengambil Keputusan
Setelah seluruh data terkumpul, HR dan hiring manager dapat melakukan evaluasi menyeluruh. Hasil background check sebaiknya digunakan sebagai bahan pertimbangan, bukan satu-satunya penentu keputusan.
Berapa Lama Proses Background Check Karyawan?
Durasi background check sangat bervariasi. Untuk pengecekan dasar seperti identitas dan riwayat pekerjaan, prosesnya bisa selesai dalam 3–7 hari kerja. Namun, jika melibatkan verifikasi pendidikan, catatan hukum, hingga pemeriksaan kesehatan, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 1–3 minggu. Lamanya proses juga dipengaruhi oleh jumlah kandidat dan metode verifikasi yang digunakan.
Contoh Background Check Karyawan
Background check karyawan dilakukan dengan tingkat kedalaman yang berbeda, tergantung pada posisi dan tanggung jawab jabatan. Semakin strategis posisi yang direkrut, semakin menyeluruh proses verifikasi yang dibutuhkan.
Contoh Background Check untuk Posisi Finance Manager
Pada posisi Finance Manager, background check dilakukan secara komprehensif karena kandidat memiliki akses langsung terhadap keuangan dan aset perusahaan. Proses ini umumnya mencakup:
Verifikasi identitas dan keabsahan dokumen pribadi
Pemeriksaan riwayat pendidikan yang relevan
Verifikasi riwayat pekerjaan dan stabilitas karier
Reference check dari atasan langsung
BI Checking karyawan melalui SLIK OJK untuk menilai tanggung jawab finansial
Pemeriksaan riwayat hukum atau kriminal
Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan integritas, kredibilitas, dan tingkat kepercayaan kandidat sebelum menempati posisi strategis.
Contoh Background Check untuk Posisi Entry Level
Untuk posisi entry level, background check dilakukan secara lebih sederhana dan proporsional. Fokus utama meliputi:
Verifikasi identitas dan data pribadi
Keabsahan riwayat pendidikan
Penilaian kepribadian dan sikap kerja
Pengecekan jejak digital dan media sosial
Kesesuaian budaya kerja dengan perusahaan
Pada level ini, background check lebih menitikberatkan pada potensi, karakter, dan kesiapan kandidat untuk berkembang di lingkungan kerja.
Melihat banyaknya tahapan dalam cara melakukan background check karyawan, tidak sedikit HRD dan recruiter yang menghadapi tantangan waktu dan efisiensi, terutama saat harus memverifikasi banyak kandidat dalam waktu bersamaan. Proses manual yang terpisah-pisah juga berpotensi menimbulkan inkonsistensi data.
Di sinilah penggunaan platform digital khusus background check menjadi semakin relevan, karena mampu menyederhanakan proses verifikasi tanpa mengurangi akurasi.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kini tersedia Background Check Psikologiehub, sebuah website yang dirancang khusus untuk membantu HRD, recruiter, dan business owner melakukan verifikasi data kandidat secara lebih cepat, praktis, dan profesional. Mulai dari pengecekan data hingga pengelolaan hasil background check, semuanya dapat dilakukan dalam satu platform yang terintegrasi.
Berita & Artikel Terkait
Ketahui Jenis Tes Psikotes di Psikologiehub untuk Kebutuhan Rekrutmen dan Edukasi
Kenali jenis tes psikotes Psikologiehub untuk corporate dan edukasi seperti Career match, IST Screening, Potential Leader, MCA, Tes IQ, sampai Big Five di sini
SELENGKAPNYA
Strategi Rekrutmen Karyawan yang Efektif untuk HR dan Perusahaan
Pelajari strategi rekrutmen karyawan mulai dari employer branding, seleksi, hingga teknologi rekrutmen. Temukan cara mendapatkan kandidat terbaik di sini.
SELENGKAPNYA
Mengenal Apa itu Tes Kognitif dalam Seleksi Kandidat
Tes kognitif adalah psikotes untuk mengukur kemampuan berpikir seperti logika, numerik, verbal, dan pemecahan masalah. Pahami tujuannya di sini.
SELENGKAPNYA