29 June 2026
Ideal Career dalam Career Match: Apa Bedanya dengan Tes Kepribadian DISC?
Jika DISC membantu memahami gaya perilaku seseorang dalam lingkungan kerja, maka fitur Ideal Career dalam Career Match membantu mengidentifikasi bidang pekerjaan yang paling sesuai dengan karakteristik dan minat individu.
Poin penting yang perlu diketahui:
DISC mengukur kecenderungan perilaku dan gaya kerja.
Ideal Career berfokus pada kecocokan individu dengan bidang karier tertentu.
Keduanya memiliki tujuan yang berbeda tetapi saling melengkapi.
Kombinasi kedua asesmen dapat meningkatkan akurasi keputusan rekrutmen.
Membantu perusahaan menempatkan kandidat pada posisi yang lebih tepat.
Mengapa kandidat yang tepat belum tentu berada di pekerjaan yang tepat?
Salah satu situasi yang paling membingungkan bagi HR adalah ketika karyawan dengan performa baik justru memilih untuk resign atau kehilangan motivasi setelah beberapa waktu bekerja.
Padahal, proses rekrutmen sudah dilakukan dengan hati-hati. Kandidat mempunyai pengalaman yang sesuai, lolos wawancara, dan menunjukkan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Dalam banyak kasus, masalahnya bukan terletak pada kemampuan kerja. Yang sering terlewat adalah apakah pekerjaan tersebut benar-benar selaras dengan minat, preferensi, dan arah pengembangan individu.
Seseorang mungkin mampu menjalankan pekerjaannya dengan baik, tetapi belum tentu merasa terhubung dengan pekerjaan tersebut dalam jangka panjang. Ketika hal ini terjadi, risiko disengagement, stagnasi karier, hingga turnover menjadi lebih tinggi.
Karena itu, perusahaan mulai melengkapi proses seleksi dengan asesmen yang membantu memahami kecocokan karier kandidat. Tujuannya bukan hanya menemukan orang yang mampu mengerjakan pekerjaan tersebut, tetapi juga menemukan orang yang memiliki potensi untuk berkembang dan bertahan di dalamnya.
Mengenal Konsep Ideal Career dalam Career Match
Sebelum masuk pada pembahasan tentang beda ideal career dalam Career Match dan Tes Kepribadian DISC, pertama-tama pahami dulu apa yang dimaksud dengan Ideal Career dan bagaimana informasi ini dapat membantu proses rekrutmen.
Ideal Career Bukan Sekadar Rekomendasi Profesi
Asesmen karier memberikan daftar pekerjaan yang cocok untuk seseorang. Memang benar, tapi tidak hanya itu. Pendekatan yang digunakan dalam Career Match jauh lebih luas. Ideal Career membantu mengidentifikasi area pekerjaan yang memiliki tingkat kesesuaian lebih tinggi dengan karakteristik individu.
Hasilnya bukan sekadar daftar profesi, tetapi gambaran mengenai lingkungan kerja, jenis aktivitas, dan bidang karier yang berpotensi memberikan tingkat keterlibatan serta kepuasan kerja yang lebih baik. Bagi HR, informasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan tambahan saat mengevaluasi kandidat.
Membantu Melihat Potensi Jangka Panjang
Rekrutmen yang efektif tidak hanya berfokus pada kebutuhan hari ini. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan apakah kandidat memiliki potensi untuk berkembang dalam peran tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
Ideal Career memberikan perspektif yang membantu menjawab pertanyaan seperti:
Apakah kandidat memiliki ketertarikan alami pada bidang pekerjaan ini?
Apakah jalur karier yang tersedia sejalan dengan preferensi kandidat?
Apakah kandidat berpotensi bertahan dan berkembang dalam peran tersebut?
Informasi seperti ini menjadi semakin penting ketika perusahaan merekrut untuk posisi strategis atau posisi yang membutuhkan investasi pengembangan jangka panjang.
Lalu, Apa yang Sebenarnya Diukur oleh DISC?
Karena sering digunakan dalam rekrutmen, perusahaan menganggap DISC dan asesmen karier memiliki fungsi yang sama. Padahal, keduanya berfokus pada aspek yang berbeda. Ini yang perlu menjadi perhatian:
DISC Membantu Memahami Cara Kandidat Berinteraksi
Tes Kepribadian DISC berfokus pada pola perilaku yang ditunjukkan seseorang dalam lingkungan kerja. Melalui asesmen ini, perusahaan dapat memahami:
Cara kandidat berkomunikasi.
Cara menghadapi tantangan.
Respons terhadap perubahan dan tekanan kerja
Cara mengambil keputusan.
Cara bekerja sama dengan orang lain..
Informasi tersebut sangat membantu untuk menilai kesesuaian kandidat dengan tim, atasan, maupun budaya organisasi.
DISC Tidak Dirancang untuk Menentukan Kecocokan Karier
Meski hasil DISC dapat memberikan gambaran mengenai gaya kerja seseorang, asesmen ini tidak secara khusus dirancang untuk mengidentifikasi bidang pekerjaan yang paling sesuai.
Sebagai contoh, dua kandidat dengan profil DISC yang serupa belum tentu akan menikmati jenis pekerjaan yang sama. Salah satunya mungkin lebih tertarik pada bidang pemasaran, sementara yang lain lebih menikmati pekerjaan yang berorientasi pada analisis data.
Inilah alasan mengapa perusahaan membutuhkan asesmen tambahan untuk memahami kecocokan karier secara lebih mendalam.
Ideal Career vs DISC: Apa Bedanya?
Cara paling mudah memahami perbedaan antara Ideal Career dalam Career Match dengan Tes DISC adalah dengan melihat pertanyaan yang dijawab oleh masing-masing asesmen.
DISC Menjawab "Bagaimana Kandidat Bekerja?"
Asesmen DISC membantu perusahaan memahami bagaimana seseorang kemungkinan akan berperilaku ketika bekerja. Misalnya:
Bagaimana cara kandidat berkomunikasi?
Apakah kandidat lebih nyaman bekerja secara kolaboratif atau mandiri?
Bagaimana kandidat merespons tantangan dan tekanan?
Jawaban ini membantu recruiter memahami gaya kerja kandidat.
Ideal Career Menjawab "Di Mana Kandidat Berpotensi Berkembang?"
Sementara itu, Ideal Career membantu perusahaan memahami area pekerjaan yang lebih sesuai dengan karakteristik individu. Pertanyaan yang dapat dijawab antara lain:
Bidang pekerjaan apa yang paling sesuai?
Lingkungan kerja seperti apa yang mendukung perkembangan kandidat?
Jalur karier apa yang memiliki potensi kecocokan lebih tinggi?
Informasi ini dapat membantu perusahaan membuat keputusan penempatan yang lebih strategis.
Keduanya Memberikan Perspektif yang Saling Melengkapi
Alih-alih memilih salah satu, banyak perusahaan justru memperoleh manfaat lebih besar ketika menggunakan keduanya secara bersamaan. DISC membantu memahami perilaku kandidat. Ideal Career membantu memahami arah kecocokan karier kandidat.
Kombinasi keduanya menghasilkan gambaran yang jauh lebih komprehensif dibandingkan dengan hanya mengandalkan satu jenis asesmen.
Kapan HR Sebaiknya Menggunakan Career Match?
Semakin kompleks kebutuhan organisasi, maka semakin penting bagi perusahaan untuk memahami potensi kandidat dari berbagai sudut pandang. Lalu, kapan perusahaan perlu menerapkan Career Match?
1. Saat Merekrut untuk Posisi dengan Jalur Karier Jangka Panjang
Ketika perusahaan ingin membangun talent pipeline atau future leaders, memahami kecocokan karier menjadi sama pentingnya dengan menilai kompetensi saat ini.
2. Saat Ingin Mengurangi Risiko Salah Penempatan
Tidak semua kandidat yang kompeten akan berkembang pada posisi yang sama. Data mengenai kecocokan karier dapat membantu HR mengurangi risiko untuk menempatkan kandidat pada peran yang kurang sesuai dengan potensinya.
3. Saat Menjalankan Talent Management
Career Match juga dapat digunakan setelah proses rekrutmen. Informasi yang diperoleh dapat membantu perusahaan dalam:
Talent mapping.
Internal mobility.
Succession planning.
Career development program.
Employee development.
Rekrutmen yang Baik Tidak Selesai saat Kandidat Diterima
Proses rekrutmen sering kali dinilai berhasil ketika posisi kosong akhirnya terisi. Namun, keberhasilan sesungguhnya baru terlihat beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun setelah kandidat bergabung.
Apakah mereka berkembang? Apakah mereka tetap termotivasi? Apakah mereka mampu memberikan kontribusi yang berkelanjutan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kali tidak bisa dijawab hanya melalui CV atau wawancara.
Karena itu, organisasi yang mulai beralih ke pendekatan talent-driven recruitment tidak lagi melihat pengalaman dan kompetensi. Mereka juga berusaha memahami perilaku, potensi, dan kecocokan karier kandidat secara lebih menyeluruh. Di sinilah Career Match dan IST Screening dapat saling melengkapi.
Career Match membantu perusahaan melihat area karier yang paling sesuai dengan karakteristik individu melalui insight seperti Ideal Career. Sementara itu, IST Screening memberi gambaran mengenai kemampuan berpikir, logika, dan potensi intelektual yang relevan untuk mendukung performa kerja.
Ketika perusahaan paham bagaimana seseorang bekerja, di mana mereka berpotensi berkembang, dan seberapa kuat kemampuan berpikir yang dimiliki, keputusan rekrutmen menjadi lebih strategis daripada sekadar mengisi kebutuhan jangka pendek.
Jika organisasi Anda sedang membangun proses seleksi yang lebih berbasis data, Career Match dan IST Screening dapat menjadi metode yang tepat. PsikologieHub adalah mitra profesional yang bisa Anda pertimbangkan untuk implementasi metode asesmen tersebut.
Atau, jika Anda memiliki kebutuhan lain untuk perusahaan, jangan ragu untuk kontak tim kami!
FAQ
1. Apakah Ideal Career sama dengan rekomendasi profesi?
Tidak sepenuhnya. Ideal Career memberikan gambaran mengenai bidang karier yang memiliki tingkat kecocokan lebih tinggi berdasarkan karakteristik individu, bukan sekadar daftar profesi.
2. Apakah DISC dapat digunakan untuk mengetahui karier yang cocok?
DISC lebih berfokus pada perilaku dan gaya kerja. Untuk memahami kecocokan bidang karier secara lebih spesifik, perusahaan dapat menggunakan asesmen seperti Career Match.
3. Mengapa kecocokan karier penting dalam rekrutmen?
Kecocokan karier dapat memengaruhi motivasi, keterlibatan kerja, produktivitas, dan retensi karyawan dalam jangka panjang.
4. Apakah Career Match hanya digunakan saat rekrutmen?
Tidak. Career Match juga dapat digunakan untuk talent mapping, pengembangan karyawan, succession planning, dan perencanaan karier internal.
Berita & Artikel Terkait
360-Degree Feedback: Panduan Implementasi untuk Perusahaan
Pelajari cara menerapkan 360-degree feedback di perusahaan untuk meningkatkan evaluasi karyawan, komunikasi tim, dan pengembangan leadership secara lebih objektif.
SELENGKAPNYA
Ketahui Cara Memahami Hasil DISC untuk HR dan Recruiter
Pelajari cara membaca hasil DISC untuk HR dan recruiter. Pahami arti profil DISC serta cara menggunakannya untuk mendukung keputusan rekrutmen lebih tepat.
SELENGKAPNYA
Apa Itu Holland Test (RIASEC)? Cara Memahami Minat Karier dan Kecocokan Pekerjaan
Apa itu Holland Test (RIASEC), cara kerja, serta manfaatnya untuk membantu perusahaan menempatkan kandidat pada pekerjaan yang lebih sesuai.
SELENGKAPNYA