24 June 2026

Apa Itu DISC dan Bagaimana Membantu Rekrutmen yang Lebih Tepat?

Apa Itu DISC dan Bagaimana Membantu Rekrutmen yang Lebih Tepat?

DISC adalah metode asesmen kepribadian yang membantu memahami gaya perilaku seseorang dalam lingkungan kerja. Dalam proses rekrutmen, DISC dapat digunakan untuk mengidentifikasi bagaimana kandidat berkomunikasi, mengambil keputusan, bekerja sama dengan tim, dan merespons tantangan di tempat kerja.

Poin penting yang perlu diketahui:

  • DISC mengukur kecenderungan perilaku, bukan kemampuan intelektual.

  • Membantu HR memahami gaya kerja kandidat.

  • Mendukung proses penempatan kandidat yang lebih tepat.

  • Dapat digunakan untuk rekrutmen, pengembangan karyawan, dan team building.

  • Lebih efektif jika dikombinasikan dengan asesmen kemampuan kognitif.

Memahami Perilaku Kandidat Sama Pentingnya dengan Menilai Kompetensi

Dalam proses rekrutmen, perusahaan sering kali lebih berfokus pada pengalaman kerja, keterampilan teknis, dan latar belakang pendidikan dari kandidat. Meski faktor tersebut memang penting, keberhasilan karyawan tidak hanya ditentukan oleh kompetensinya.

Kendala sering muncul ketika kandidat yang secara teknis kompeten ternyata kesulitan beradaptasi dengan budaya kerja, pola komunikasi tim, maupun tuntutan perilaku yang dibutuhkan dalam suatu posisi.

Karena itulah semakin banyak organisasi yang menggunakan asesmen perilaku sebagai bagian dari proses seleksi. Salah satu metode yang paling banyak digunakan adalah DISC.

Memahami Tes DISC dalam Proses Rekrutmen

DISC adalah metode asesmen perilaku yang digunakan dengan tujuan mengidentifikasi kecenderungan gaya kerja dan cara seseorang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Model DISC dikembangkan berdasarkan teori perilaku yang diperkenalkan oleh psikolog William Moulton Marston. Asesmen ini mengelompokkan kecenderungan perilaku individu ke dalam empat dimensi utama:

  • Dominance (D)

  • Influence (I)

  • Steadiness (S)

  • Conscientiousness (C)

HR perlu memahami bahwa DISC bukan tes kecerdasan dan bukan alat untuk menentukan apakah seseorang "baik" atau "buruk". Tes ini membantu memahami bagaimana seseorang cenderung bertindak dalam berbagai situasi kerja.

Apa yang Diukur oleh DISC?

DISC berfokus pada pola perilaku yang terlihat dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan kerja. Aspek yang umumnya dievaluasi meliputi:

  • Cara berkomunikasi.

  • Cara menghadapi konflik.

  • Gaya pengambilan keputusan.

  • Respons terhadap perubahan.

  • Cara bekerja dalam tim.

  • Preferensi dalam menyelesaikan tugas.

Informasi ini membantu HR dan rekruter memahami bagaimana kandidat kemungkinan akan berinteraksi dengan rekan kerja, atasan, maupun pelanggan.

Bagaimana DISC Membantu Proses Rekrutmen?

Setelah memahami karakteristik dasar DISC, langkah berikutnya adalah melihat bagaimana hasil asesmen ini dapat membantu pengambilan keputusan dalam proses seleksi kandidat. 

1. Membantu Menilai Kesesuaian dengan Posisi

Setiap pekerjaan memiliki tuntutan perilaku yang berbeda. Misalnya:

  • Sales membutuhkan kemampuan membangun relasi dan memengaruhi orang lain.

  • Project manager membutuhkan keseimbangan antara ketegasan dan kolaborasi.

  • Quality control membutuhkan ketelitian dan kepatuhan terhadap prosedur.

Melalui DISC, HR dapat memperoleh gambaran apakah kecenderungan perilaku kandidat selaras dengan kebutuhan posisi tersebut.

2. Mendukung Cultural Fit

Selain kompetensi, kesesuaian dengan budaya perusahaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi retensi karyawan. DISC membantu organisasi memahami:

  • Cara kandidat berinteraksi dengan tim.

  • Respons terhadap lingkungan kerja.

  • Preferensi komunikasi.

  • Potensi adaptasi terhadap budaya organisasi.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi risiko turnover akibat ketidaksesuaian budaya kerja.

3. Menjadi Pelengkap Wawancara

Wawancara tetap menjadi bagian penting dalam rekrutmen. Meski begitu, hasil wawancara lebih sering dipengaruhi oleh persepsi subjektif. DISC memberikan data tambahan yang dapat membantu recruiter:

  • Mengonfirmasi kesan dari wawancara.

  • Menggali area tertentu lebih dalam.

  • Mengurangi bias dalam proses seleksi.

Mengapa Metode DISC Sebaiknya Dikombinasikan dengan Tes Kemampuan?

Meskipun DISC memberi wawasan yang berharga mengenai perilaku kandidat, asesmen ini tidak mengukur kemampuan intelektual atau kapasitas berpikir seseorang.

Karena itu, banyak perusahaan mengombinasikan DISC dengan asesmen kognitif untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh. Melalui kombinasi tersebut, HR dapat memahami:

  • Bagaimana kandidat berpikir.

  • Bagaimana kandidat bekerja.

  • Interaksi kandidat dengan orang lain.

  • Seberapa besar potensi keberhasilan kandidat dalam suatu posisi.

Pendekatan ini menghasilkan keputusan rekrutmen yang lebih objektif dibandingkan dengan hanya mengandalkan satu jenis asesmen.

Tingkatkan Akurasi Rekrutmen dengan Asesmen yang Tepat

Memahami perilaku kandidat merupakan langkah penting dalam membangun proses rekrutmen yang lebih efektif dan berbasis data. Asesmen DISC membantu perusahaan mendapatkan gambaran mengenai gaya komunikasi, cara bekerja, serta kecenderungan perilaku kandidat yang mungkin tidak terlihat dari CV maupun wawancara.

Untuk mendapat penilaian yang lebih lengkap, perusahaan juga dapat mengombinasikan asesmen perilaku dengan Career Match untuk mengetahui kecocokan individu terhadap bidang pekerjaan tertentu, serta IST Screening untuk memahami kemampuan berpikir dan potensi intelektual kandidat.

Bagi Anda yang memerlukan bantuan profesional untuk proses rekrutmen yang lebih objektif dan tepat sasaran, PsikologieHub dapat menjadi mitra yang tepat. Didukung oleh tim berpengalaman, PsikologieHub menawarkan solusi asesmen yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, termasuk Career Match dan IST Screening

Punya pertanyaan seputar asesmen di PsikologieHub? Jangan ragu untuk kontak tim kami dan diskusikan kebutuhan Anda. 

FAQ

1. Apakah DISC termasuk tes psikologi?

Ya. DISC merupakan salah satu asesmen psikologis yang digunakan untuk memahami kecenderungan perilaku individu dalam berbagai situasi kerja.

2. Apakah DISC dapat digunakan untuk semua posisi?

Ya. DISC dapat digunakan pada berbagai level dan fungsi pekerjaan karena berfokus pada perilaku kerja, komunikasi, dan interaksi sosial.

3. Apakah hasil DISC menentukan kandidat diterima atau tidak?

Tidak. Hasil DISC sebaiknya digunakan sebagai salah satu sumber informasi dalam proses seleksi dan dikombinasikan dengan data lain seperti wawancara, pengalaman kerja, dan asesmen kemampuan.

4. Apa perbedaan DISC dengan tes kemampuan intelektual?

DISC mengukur kecenderungan perilaku dan gaya kerja, sedangkan tes kemampuan intelektual seperti IST Screening mengukur kemampuan berpikir, logika, dan pemecahan masalah.