24 January 2026

Jenis Psikotes Kerja yang Umum Digunakan HR Perusahaan

Jenis Psikotes Kerja yang Umum Digunakan HR Perusahaan

Dalam proses rekrutmen kandidat, Perusahaan selalu melaksanakan psikotest kerja sebagai salah satu metode seleksi yang paling sering digunakan untuk menyeleksi calon karyawannya. Beberapa jenis tes psikotes kerja yang antara lain seperti tes kepribadian, tes kemampuan kognitif, tes sikap kerja, hingga tes gambar.

Tentunya, dari beberapa tes tersebut memiliki tujuan dan fungsi berbeda, dan tidak semua tes itu dilakukan oleh Perusahaan, semua tergantung kebutuhan posisi dan kebijakan Perusahaan. Untuk memahami macam-macam psikotest kerja apa saja yang biasanya diguanakan HR, mari kita bahas secara lengkap dalam artikel ini.

DISC Personality Test

DISC Personality Test merupakan jenis psikotest kerja yang digunakan untuk melihat kecenderungan perilaku dan gaya kerja seseorang. Tes ini terbagi ke dalam empat tipe utama, antara lain:

  • D (Dominance): cenderung tegas, cepat mengambil keputusan

  • I (Influence): komunikatif dan persuasif

  • S (Steadiness): stabil, sabar, dan konsisten

  • C (Conscientiousness): teliti, terstruktur, dan berorientasi pada aturan

Dengan adanya tes DISC ini, Perusahaan dapat memahami bagaimana calon karyawan mengambil keputusan, berkomunikasi, bekerja dalam tim, hingga bagaimana mereka merespon tekanan di lingkungan kerja

Biasanya, cara mengerjakan tes DISC ini berupa kuesioner berisi pernyataan perilaku. Nantinya, peserta diminta memilih pernyataan yang paling menggambarkan dirinya. Tidak ada jawaban yang benar atau salah, karena yang dinilai adalah konsistensi dan kecendurangan alami perilaku kandidat.

Big Five Personality (OCEAN)

Big Five Personality Test adalah tes psikologi kerja yang menilai kepribadiaan berdasarkan lima dimensi utama, yaitu:

  • Openness (keterbukaan terhadap hal baru)

  • Conscientiousness (ketelitian dan tanggung jawab)

  • Extraversion (tingkat keaktifan sosial)

  • Agreeableness (kemampuan bekerja sama)

  • Neuroticism (stabilitas emosi)

Tes ini banyak digunakan Perusahaan karena memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dinilai mampu memprediksi performa kerja jangka panjang kandidat,

PAPI Kostick (Personality and Preference Inventory)

PAPI Kostick merupakan jenis psikotes kerja yang digunakan untuk menggambarkan kepribadian dan preferensi perilaku seseorang di lingkungan kerja. Tes ini sering dipilih oleh HR karena lebih fokus pada bagaimana kandidat bersikap, bekerja, dan berinteraksi dalam situasi kerja sehari-hari.

Melalui PAPI Kostick, perusahaan dapat mengetahui berbagai aspek penting, seperti motivasi kerja, cara menghadapi tekanan, gaya kepemimpinan, pola kerja tim, hingga tingkat kepatuhan terhadap aturan. Informasi ini sangat membantu HR dalam menilai kecocokan kandidat dengan posisi yang dilamar maupun budaya kerja perusahaan.

Tes Logika dan Penalaran

Tes logika dan penalaran merupakan jenis tes psikotes yang menilai kemampuan berpikir analitis dan memecahkan masalah oleh kandidat. Tes ini sering digunakan untuk melihat seberapa cepat dan tepat kandidat memahami pola gambar, hubungan sebab akibat, dan menarik kesimpulan.

Umumnya, tes ini digunakan pada posisi yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan.

Tes Kemampuan Aritmatika

Tes kemampuan aritmatika memiliki tujuan yang berbeda dari tes logika penalaran, meskipun keduanya sama-sama menguji kemampuan berpikir. Tes aritmatika lebih berfokus pada pengolahan angka dan perhitungan matematis.

Tes ini umum digunakan untuk menilai ketelitian dan kecepatan berhitung kandidat, terutama pada posisi yang berkaitan dengan angka.

Tes Kemampuan Verbal

Tes kemampuan verval digunakan untuk menilai kemampuan memahami bahasa dan berpikir logis melalui kata-kata. Tes ini penting untuk melihat kemampuan dalam memproses informasi verbal, dan memilih kandidat yang mammpu berkomunikasi dan berpikir secara sistematis. Kandidat diharapkan mampu memahami informasi tertulis secara cepat dan akurat.

MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)

MBTI merupakan salah satu tes kepribadian yang cukup populer dan sering digunakan dalam proses rekrutmen untuk memahami gaya berpikir, cara berinteraksi, dan preferensi kerja seseorang. Tes ini mengelompokkan kepribadian ke dalam 16 tipe berdasarkan empat dimensi utama.

Tidak ada jawaban benar atau salah, karena tujuan utama tes ini adalah membantu HR memahami kecocokan gaya kerja kandidat dengan tim, peran, dan lingkungan kerja di perusahaan.

Tes Sikap Kerja (Pauli / New Pauli)

Tes Pauli atau New Pauli atau tes koran adalah psikotes kerja yang bertujuan menilai sikap kerja, ketahanan mental, serta konsistensi seseorang dalam bekerja. Tes ini dikenal dengan format hitung cepat yang membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi.

Tes Kraepelin

Hampir mirip dengan tes pauli yaitu tes hitung cepat. Tes Kraepelin banyak dan sering digunakan untuk menilai kecepatan, ketelitian, serta ketahana terhadap tekanan pekerjaan. 

Namun, cara mengerjakannya sama yaitu dengan menjumlahkan angka secara berurutan per kolom dalam batas waktu tertentu.

Tes Wartegg

Tes Wartegg merupakan salah satu jenis psikotes yang digunaka untuk menilai kepribadian, emosi, dan cara seseorang dalam menghadapi masalah. Dalam tes ini, kandidat akan diminta melengkapi kotak gambar yang masing-masing berisi titik, garis, atau lengkungan.

Cara mengerjakan tes Wartegg relatif sederhana. Peserta diminta melengkapi gambar sesuai imajinasi tanpa contoh tertentu, lalu biasanya diminta memberi nomor urutan pengerjaan dan judul pada setiap gambar dan tidak ada jawaban benar atau salah.

Tes Baum (Menggambar Pohon)

Tes Baum atau sering dikenal dengan tes menggambar pohon adalah tes psikotes yang bertujuan untuk memahami struktur kepribadiaan, kepercayaan diri, dan kondisi emosional seseorang. 

Dalam pengerjaannya, kandidat diminta menggambar satu pohon secara bebas di selembar kertas tanpa instruksi detail. Kandidat dianjurkan menggambar dengan tenang dan menambahkan detail seperlunya, seperti akar, batang, cabang, dan daun.

Draw A Person (DAP)

Draw A Person (DAP) Test adalah psikotes kerja yang meminta peserta untuk menggambar sosok manusia baik diri sendiri, laki – laki, atau Perempuan secara terpisah, lalu diminta untuk membuat deskripsi singkat mengenai gambar tersebut.

Career Compass Test

Career Compas Test merupakan jenis psikotes yang digunakan untuk memabantu kandidata mengenali minat, bakat, dan kecendurangan arah karier. 

Tes ini dirancang untuk melihat kecocokan antara karakter individu dengan bidang pekerjaan atau peran tertentu, sehingga baik perusahaan maupun kandidat dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi jangka panjang.

Dalam pengerjaannya, peserta biasanya diminta menjawab serangkaian pertanyaan seputar minat kerja, dan kepribadian.

Career Compass Test sering digunakan untuk fresh graduate, job seeker yang ingin berpindah jalur karier, maupun perusahaan yang ingin menempatkan kandidat pada posisi yang tepat sejak awal.

Melihat beragam jenis psikotes kerja di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap tes memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda, tergantung kebutuhan posisi dan karakter kandidat yang dicari.

Oleh karena itu, proses rekrutmen tidak hanya membutuhkan pemahaman tentang jenis tes yang digunakan, tetapi juga cara penyajian dan interpretasi hasil yang tepat agar keputusan yang diambil benar-benar objektif dan relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Dalam praktiknya, banyak perusahaan mulai memanfaatkan psikotes online untuk rekrutmen agar seleksi kandidat menjadi lebih efisien dan objektif. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah platform psikotes online seperti PsikologieHub, yang menyediakan berbagai tes psikologi kerja online untuk membantu HR memahami kandidat secara lebih menyeluruh dan terstruktur.

Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat mengelola tes psikotes kerja secara lebih praktis tanpa mengurangi akurasi penilaian. Jika Anda ingin mengenal lebih jauh bagaimana psikotes online dapat mendukung proses rekrutmen. Yuk, Pelajari lebih lanjut tentang rekomendasi website psikotes online terbaik di sini.